Mutiara

Rabu, 27 April 2016

SOSIOLINGUISTIK

SOSIOLINGUISTIK

1.      Perbedaan pemakaian bahasa pada teks.
a.       Teks dari majalah Gadis kolom Gaya
Mix and Match: Petite Pakai Maxi

Buat kamu yang bertubuh mungil seperti Ariana Grande, biasanya lebih memilih baju serba mini dan menghindari outfit maxi. Padahal dengan smart mix and match, fashion item maxi akan terlihat keren, lho. Lihat 3 gaya berikut ini!
http://www.gadis.co.id/support/image.others/03/36383/imageBlog

Pilih bawahan maxi dengan bahan chiffon. Efek transparan akan tetap memperlihatkan siluet kaki tanpa membuatnya seperti “menghilang”. Lebih baik lagi jika memiliki belahan agak tinggi atau high slit. Kakimu akan tetap terlihat, tanpa takut merasa “tenggelam”.

http://www.gadis.co.id/support/image.others/03/36384/imageBlog   Pilih maxi skirt dengan potongan yang agak pendek di bagian depan, supaya tidak menutupi kakimu seluruhnya. Satu lagi jurus ampuh, gunakan wedges untuk           “mengangkat” tubuhmu, sehingga kaki akan                          terlihat lebih jenjang.


http://www.gadis.co.id/support/image.others/03/36385/imageBlog

Pencil maxi skirt merupakan salah satu item yang bisa “memanjangkan” kakimu. Pilihlah yang berbahan kaos dan agak stretch. Pencil skirt akan memberikan sophisticated effect pada look-mu dan pastinya elongate your legs!

http://www.gadis.co.id/gaya/keren/mix.and.match.petite.pakai.maxi/001/002/965



Pembahasan:
Dalam teks yang diambil dari majalah Gadis itu merupakan teks yang ditujukan pada kaum muda. Teks itu ditulis untuk memberikan tips kepada pembaca yang bertubuh kecil. Bisa dilihat dalam bentuk bahasa, kosa kata yang digunakan, susunan kalimat yang sangat singkat dan tidak bertele-tele. Penulis menggunakan kata-kata perintah seperti pilih, pilihlah, gunakan. Selain itu penulis juga menggunakan kata-kata dalam bahasa Inggris seperti outfit, stretch, sophisticated effect, look, elongate your legs, serta penggunaan nama-nama jenis baju dalam bahasa inggris seperti maxi dan maxi skirt. Terdapat variasi bahasa yang digunakan sesuai dengan tujuan dan target pembacanya.
Chaer dan Agustina membedakan variasi bahasa berdasarkan penuturnya dan penggunaannya. Dalam teks diatas dapat diketahui bahwa penggunaan teks itu adalah untuk memberikan informasi berupa tips kepada anak muda. Penulis menggunakan beberapa kata dan frasa bahasa inggris seperti stretch, outfit, look, sophisticated effect, elongate your look dengan tujuan prestis dan agar terlihat keren sesuai dengan keinginan pembaca.
Ada fenomena bahasa lainnya dimana penulis menuliskan look-mu yang merupakan bentuk interferensi bahasa inggris dan indonesia pada tataran sintaksis.
b. Teks dari resensi buku karya Sudjiwo Tejo ‘Ngawur karena Benar’
“Berani karena benar" sudah tidak spesial lagi. Sekarang yang spesial adalah "ngawur karena benar". Sujiwo Tejo menghidangkan hal-hal yang spesial dalam buku ini.

Bak martabak spesial, tepatnya martabat dari kengawuran yang berfondasi kebenaran. Jurus-jurus terakhir bagi kita setelah mentok pada jurus-jurus lain yang konon sistematis, santun, dan berbudi pekerti. Setelah kita endus bahwa di balik kedok tertata, sopan, dan bertata krama itu ternyata adalah kepalsuan, ketika itulah ngawurisme bermula.

Berbahan bakar urakan. Urakan berbeda dari kurang ajar. Urakan melanggar aturan termasuk aturan berpikir demi mengikuti hati nurani. Kurang ajar melanggar aturan hanya demi melanggar. Wahai jiwa yang hangat, selamat datang di alam ngawur.

“Normalnya, melihat kengawuran itu menyebalkan. Namun, saat yang disebut normal itu justru merusak akal sehat, lalu kita mau apa? Di sinilah mengapa seorang Sujiwo Tejo ada. Ia berani ngawur, menabrak batas normal yang sering penuh kepalsuan.” Rosianna Silalahi, TV Host, Praktisi Media, Pendiri RoSi Inc

Buku Ngawur karena Benar semoga menjadi pertanda "insight" yang membaik, dan bisa menjadi salah satu resep untuk memelihara kesehatan jiwa bangsa Indonesia tercinta.” NOva RIyanti YUsuf, Penulis, Psikiater, Perempuan di Parlemen

"Tulisan yang mengalir dan terasa kengawurannya dengan nyata. Mengacak-ngacak pikiran ke arah yang benar." Tina Talisa, Presenter Berita, Moderator, Trainer
(less)
http://www.goodreads.com/book/show/13512259-ngawur-karena-benar

Pembahasan:
Dalam kutipan resensi buku diatas ditemukan banyak sekali kata-kata serapan dalam bahasa jawa maupun bahasa inggris yang digunakan seperti kengawuran, mentok, endus, ngawurisme, insight. Kata- kata itu merupakan bentuk-bentuk interferensi bahasa sebagai berikut:
a.       Interferensi bahasa pada tataran morfologis
Kengawuran berasal dari kata dasar bahasa jawa ngawur mendapatkan imbuhan ke- dan –an yang merupakan imbuhan dalam bahasa Indonesia pembentuk kata benda
Ngawurisme berasal dari kata dasar bahasa jawa ngawur mendapatkan akhiran –isme yang erupakan akhiran ddari bahasa Inggris pembentuk kata benda.
b.      Interferensi bahasa pada tataran leksikon
Kata mentok dan endos merupakan kosa kata bahasa Jawa dan digunakan demi kesan tertentu mengenai teks yang ditulisnya. Kata insight merupakan kata dari bahasa Inggris yang dipakai dalam tulisan itu.

2.      Variasi bahasa adalah ragam bahasa menurut pemakaiannya yang berbeda-beda berdasarkan konteks antara lain topik pembicaraan, penutur, lawan tutur, orang yang dibicarakan, dan medium pembicaraan. Hudson dan Ferguson dalam Wardhaugh (1986:22) menyatakan bahwa variasi bahasa merupakan pola berbahasa manusia baik yang berupa suara, kata, tata bahasa, ciri-ciri yang dihubungkan dengan faktor luar seperti daerah atau kelompok sosial.
Chaer dan Agustina 2004 membedakan  variasi bahasa berdasarkan penutur dan penggunaannya. Berdasarkan penuturnya berarti siapa yang menggunakan bahasa itu,dimana tempat tinggalnya, apa status sosialnya, apa jenis kelaminnya dan kapan bahasa itu digunakan. Berdasarkan penggunaannya berarti bahasa itu digunakan untuk apa, dalam bidang apa, apa jalur dan alatnya, dan bagaimana situasi keformalannya.

 Salah satu contoh variasi bahasa adalah bahasa informal yang diigunakan dalam percakapan sehari-hari. Misalnya pada kata abis, ancur, udah, aja, sampe, bangke, sante, pake, kemakan, ketukar, kebakar, doang.
a.       Ciri fonologis
-          Pada kata abis, ancur, udah, dan aja merupakan bentuk informal dari habis, hancur, sudah, dan saja.
Habis                           abis
Hancur                        ancur
Sudah                          udah
Saja                             aja
Kata –kata itu terdapat peristiwa hilangnya huruf diawal kata. Huruf          h pada kata habis hilang menjadi abis, huruf h pada hancur hilang menjadi ancur, s pada sudah hilang menjadi udah, dan s pada saja hilang menjadi aja.
-          Pada kata bangke, santé, pake merupakan bentuk informal dari bangkai, santai, pakai.
Bangkai                       bangke
Santai                          sante
Pakai                           pake
Pada daftar kata itu terdapat peristiwa penggabungan bunyi vokal ganda ai menjadi e.
b.      Ciri morfologis
- Pada kata kemakan, ketukar, kebakar merupakan bahasa yang tidak formal dan sering dipakai dalam percakapan. Kata- kata itu mendapatkan imbuhan ke- yang sebenarnya mempunyai imbuhan bentuk formal yaitu ter- yang berarti sesuatu yang tidak disengaja.

c.       Ciri leksikon
-          Pemakaian kata doang adalah pengganti kata hanya atau saja. Seperti dalam contoh kalimat Aku dapat buku doang. Yang seharusnya dalam bentuk formalnya adalah Aku mendapatkan buku saja.

3.      Interferensi terjadi pada masyarakat dwibahasa dan dianggap sebagai suatu penyimpangan. Seperti yang telah diungkapkan oleh Suwito (1983:26-27) bahwa interferensi merupakan penyimpangan karena unsure yang diserap oleh sebuah bahasa sudah ada padananya dalam bahasa penyerap. Interferensi terjadi pada semua tataran linguistik baik secara fonologis, morfologis, sintaksis, dn leksikonnya. Interferensi bahasa ini sangat mungkin terjadi karena adanya pengenalan bahasa lain sehingga bahasa itu mempengaruhi bahasa yang sebelumnya dikuasai atau sebaliknya. Menurut Chaer dan Agustina (2004:160-161) menyatakan bahwa interferensi yang terjadi dalam proses interpretasi disebut interferensi reseptif, yakni berupa penggunaan bahasa B dengan diresapi bahasa A. Sedangkan interferensi yang terjadi pada proses representasi disebut interferensi produktif. Interferensi reseptif dan interferensi produktif yang terdapat dalam tindak laku bahasa penutur bilingual disebut interferensi perlakuan. Interferensi perlakuan biasa terjadi pada mereka yang sedang belajar bahasa kedua, karena itu interferensi ini juga disebut interferensi belajar atau interferensi perkembangan.
Contoh-contoh interferensi:
a.       Interferensi fonologis
Chaer dan Agustina (2004) mengatakan bahwa interferensi fonologis terjadi apabila penutur mengungkapkan kata-kata dari suatu bahasa dengan menyisipkan bunyi-bunyi bahasa dari bahasa lain.Sebagai contohnya adalah penutur Jawa yang sering mengalami interferensi fonologis ketika penutur Jawa mengatakan Bandung, Bali, Demak,Gunung Kidul, Gambir dengan menambahkan huruf didepannya seperti m, n, ng,  sehingga menjadi mBandung, mBali, nDemak, ngGunung Kidul, ngGambir.
b.      Interferensi morfologi
Interferensi pada tataran ini misalnya ketika penutur menggunakan imbuhan dari bahasa lain untuk membentuk suatu kata. Contohnya:
      Kemakan                     termakan
      Kepukul                       terpukul
      Ketukar                       tertukar
Pada kata-kata itu terdapat imbuhan ke- dari bahasa jawa yang sebenarnya sudah mempunyai padananya dalam bahasa Indonesia yaitu ter-.
c.       Interferensi sintaksis
Intrferensi ini terjadi jika ada struktur bahasa lain yang ikut digunakan dalam bahasa yang sedang dituturkan. Suwito (1983:56) mengungapkan bahwa interferensi sintaksis terjadi apabila dalm struktur kalimat satu terserap struktur kalimat bahasa lain. Contoh:
                  Motornya temannya Ani yang mahal sendiri itu dicuri.
                  Motore koncone Ani sing larang dhewe kae dicolong.
Dalam kalimat itu jelas terlihat bahwa adanya penggunaan penanda kepunyaan yang tidak perlu dalam bahasa Indonesia dan kata sendiri  yang seharusnya adalah paling dalam bahasa Indonesia. Sehingga kalimat padanan yang benar adalah
                  Motor teman Ani yang paling mahal itu dicuri.
d.      Interferensi leksikon
Interferensi di bidang leksikon berupa digunakannha kata-kata dari bahasa lain kedalam bahasa yang sedang digunakan. Misalnya ketika sedang berbicara bahasa Indonesia terbawa masuk kata-kata dari bahasa Jawa.
Contoh:
      Pas aku masih kecil aku jatuh di depan rumah.
      Saat aku masih kecil aku jatuh di depan rumah.

4.      Menurut Wardhaugh (1986:303) bahwa faktor sosial juga memberi pengaruh atas berbedanya bahasa wanita dan laki-laki. Misalnya wanita hidup lebih lama daripada laki-laki karena perbedaan peran mereka dalam masyarakat dan perbedaan pekerjaan yang biasa mereka lakukan.
Contoh:
Dalam masyarakat Jawa, wanita dituntut untuk tunduk pada kekuasaan laki-laki dan menjadi pribadi yang selalu tampak lembut. Wanita yang berperan sebagai istri misalnya, dalam hal berkomunikasi, dan bertutur kata  cenderung memakai bahasa yang lebih halus dan sopan dengan menggunakan bahasa jawa halus (kromo). Hal ini karena peranan seorang wanita adalah seorang istri, dan ibu rumah tangga yang harus menjaga dan menghormati suaminya dan juga memberi contoh kepada anak-anaknya. Ketika seorang istri ingin menanyakan apakah suami sudah makan atau belum maka istri itu akan menggunakan bahasa halus Sampun dhahar dereng mas? Dan seorang suami akan menjawab dengan bahasa jawa ngoko seperti durung (belum) atau uwis (sudah).
5.      Bahasa anak-anak, remaja, dan orang dewasa mempunyai perbedaan-perbedaan dalam hal fonologi yang pasti jelas. Hal ini berkaitan dengan perkembangan alat wicara yang mereka miliki. Selain itu anak-anak cenderung mengguakan kata-kata seperti pakpung, maem, mimik bobok, dll. Kata-kata itu sesungguhnya mempunyai padanan katanya dalam bahasa Indonesia namun terkadang para ibu juga lebih memilih untuk menggunakan kata-kata itu karena merupakan cara para ibu berkomunikasi dengan anaknya.
Pakpung                      mandi
Maem                          makan
Mimkc                         minum
Bobok                          tidur
            Bahasa anak muda lebih cenderung menggunakan bahasa sehari-hari yang cenderung tidak standar, sedangkan orang dewasa lebih menggunakan bahasa yang standar.
6.  Register menurut Chaer (1995:90) merupakan variasi bahasa menurut pemakaiannya yang digunakan oleh kelompok orang atau masyarakat tertentu sesuai dengan profesi dan perhatian yang sama. Adapun pengertian register menurut Maryono (2002:18) merupakan variasi bahasa yang disebabkan oleh adanya sifat-sifat khas keperluan pemakaiannya, misalnya bahasa tulis terdapat bahasa iklan, bahasa tunjuk, bahasa artikel, dan sebagainya, dalam bahasa lisan terdapat bahasa lawak, bahasa politik, bahasa doa, bahasa pialang dan sebagainya. Holmes (2001:246) said “register is the specific terms of vocabularies and describes the language variety of group with interest of job or language used in situation associated with such groups.”
Sehingga dapat disimpulkan bahwa register adalah ragam bahasa menurut pemakaiannya, yaitu bahasa yang digunakan tergantung pada apa yang sedang dikerjakan dan sifat kegiatannya.
Contoh: Register dalam komunitas remaja masjid misalnya banyak digunakannya kata ukhti, ikhwan, ustad,ustadzah, syukron, taddabur alam, dll  

7. A. Chaer dan L Agustina (2010:67) menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan slang adalah variasi sosial yang bersifat khusus dan rahasia. Slang digunakan oleh kalangan tertentu yang sangat terbatas dan tidak boleh diketahui oleh kalangan di luar kelompok itu.
Contoh slang dalam bahasa Indonesia:
                                    ‘Jijay banget’ artinya jijik banget
                                    ‘dimandose?’ artinya dimana
                                    ‘ciyus?’ artinya serius?
Contoh slang diatas digunakan oleh anak muda jaman sekarang dalam berkomunikasi dengan teman sebaya.
8. Bahasa berhubungan dengan etnisitas dan religiositas. Contoh tentang hubungan bahasa dengan etnisitas dan religiositas misalnya pada suatu masyarakat etnik tertentu cenderung memilih menggunakan bahasa etnik mereka sendiri demi menunjukan identitasnya. Masyarakat penutur Jawa akan cenderung berbicara dalam bahasa Jawa ketika bertemu dan berkomunikasi dengan orang yang juga menuturkan bahasa Jawa. Dalam hubungannya dengan religiositas, misalnya saja penutur beragama Islam cenderung menggunakan kata-kata dari bahasa Arab seperti insya allah, alhamdulilah, asalamualaikum seperti dalam kalimat Insya Allah saya datang besok, alhamdulilah saya selamat, assalamualikum bisa saya bantu?. Penggunaan penutur beragama lain misalnya dari penganut agama nasrani sering menggunakan puji tuhan ketika mengekspresikan rasa sukurnya.

Refferensi
Chaer, Abdul dan Agustina. 2004. Sosiolinguistik Perkenalan Awal. Jakarta: Rineka Cipta.
Holmes, Janet. 1992. An Introduction to Sociolinguistics. London: Longman.
Suwito. 1985. Pengantar Awal Sosiolinguistik: Teori dan Problema. Surakarta: Henary Cipta
Wardaugh, Ronald. 1986. An Introduction to Sociolinguistics. United Kingdom: Blackwell            Publishers.


TELAAH PEMILIHAN KATA PADA KOMUNIKASI PEMASARAN DENGAN PENDEKATAN PSIKOLINGUISTIK

TELAAH PEMILIHAN KATA PADA KOMUNIKASI PEMASARAN
DENGAN PENDEKATAN PSIKOLINGUISTIK
Oleh: Dwi Puji Lestari

Pendahuluan
Bahasa berperan penting dalam komunikasi antar manusia demi menyampaikan maksud gagasan yang ada dalam pikiran. Gagasan bisa disampaikan kepada orang lain secara lisan ataupun secara tertulis. Melalui kedua cara tersebut, buah pemikiran disampaikan dari seorang pembicara ataupun penulis kepada pendengar ataupun pembaca dengan menggunakan bahasa yang berupa kata-kata untuk dapat dipahami maksudnya. Seperti yang diungkapkan oleh Sudaryanto (1990:50) mengenai modus berbahasa bahwa modus berbahasa itu adalah permintaan untuk anda cintai dan anda pahami dan upaya memberikan cinta dan pemahaman terhadap kamu. Oleh karena itu jelas sekali bahwa manusia dalam berkomunikasi menggunakan bahasa baik secara lisan ataupun yang tertuang dalam wujud tulisan itu merupakan upaya memberikan pemahaman atas gagasan dan sekaligus meminta pemahaman atasan gagasan yang muncul dari pikiran pembicara ataupun penulis.
Bahasa sangat erat hubungannya dengan kehidupan manusia sehari-hari. Manusia adalah makhluk yang selalu berpikir dan selalu mengkomunikasikan pikirannya kepada orang lain dengan menggunakan bahasa. Selain untuk meminta sebuah pemahaman dan memberikan pemahaman, bahasa juga bisa digunakan untuk memberikan pengaruh kepada orang lain. Seperti dalam dunia bisnis. Bahasa digunakan untuk kepentingan mewujudkan kemajuan dalam usaha dan bisnis. Misalnya dalam melakukan promosi dan pemasaran demi memperkenalkan produk dan meningkatkan penjualan. Dalam hal ini para pelaku bisnis menggunakan bahasa untuk memberikan pengaruhnya terhadap konsumen agar tertarik dan terbentuk citra tertentu.
Dalam penggunaan bahasa dan pemilihan kata untuk berkomunikasi bisa membantu penyampaian sebuah maksud pemikiran untuk dipahami. Steinberg ( 2001: 270) mengatakan bahwa pikiran menentukan pemilihan kata-kata. Apa yang ada dalam pikiran manusia dapat disampaikan dengan menggunakan bahasa kepada orang lain. Dalam teks yang ditulis dalam Kompas yang dibahas pada makalah ini ditemukan kata-kata seperti memudahkan,  mengancam, membebaskan, membelenggu dan peduli. Kata-kata itu pasti tidak sembarang dipilih untuk menyampaikan maksud tertentu kepada pembaca. Pesan dalam teks yang disampaikan penulis melalui pilihan kata-kata itu merupakan kata kunci. Kata-kata kunci itu pasti dipilih berdasarkan pada gagasan yang ada dalam pikiran sebelum tulisan itu ditulis. Untuk itu, makalah ini akan menyajikan telaah tentang mengapa kata-kata itu ada pada teks advertorial yang ditulis Kompas serta mengungkap gagasan yang ada dibalik kata-kata kunci itu. Telaah ini akan disajikan dengan menggunakan pendekatan psikolinguistik.
Banyak cabang-cabang ilmu psikolinguistik diantaranya: psikolinguistik teoritis, peikolinguistik perkembangan, psikolinguistik pendidikan, psikolinguistik sosial, psikolinguistik neurologi, psikolinguistik eksperimen dan psikolinguistik terapan. Kajian ini merupakan kajian psikolinguistik teoritis karena berkaitan dengan proses-proses berbahasa seperti salah satunya adalah pemilihan – pemilihan kata dimana kata dipilih bukan tanpa tujuan melainkan ada tujuan tertentu. Steinberg (2001: 256) mengatakan bahwa kata dipilih untuk suatu penggunaan. Untuk itu, penggunaan kata-kata  dalam teks yang dikaji dalam makalah ini akan dijelaskan maksud penggunaannya..
Psikolinguistik
Harley (Dardjowidjojo, 2003:7) berpendapat bahwa psikolinguistik adalah studi tentang proses mental-mental dalam pemakaian bahasa. Manusia menggunakan bahasa itu akan terlebih dahulu mengalami sebuah proses dalam pemikirannya dan perasaannya yang berkaitan dengan kondisi mental penutur saat itu. Misalnya seseorang yang sedang mengalami kesedihan akan cenderung berbahasa dengan memilih kata-kata yang dapat mengekspresikan kesedihannya.
Teori lainnya mengatakan bahwa “psikolinguistik secara langsung berhubungan dengan proses penyandian dan pemahaman sandi seperti pesan yang disampaikan oleh para pelibat komunikasi” (Osgood & Sebeok, dalam Stern, 1983: 296). Dalam hal ini, proses penyandian yang dimaksud adalah proses bagaimana otak memilih sandi-sandi yaitu dalam bentuk bahasa untuk menyampaikan pesan kepada orang lain. Begitu juga sebaliknya proses dimana otak menerima sandi-sandi itu dan berusaha memahami pesan yang disampaikan. Dapat disimpulkan bahwa memang bahasa mempunyai keterkaitan dengan pikiran dan otak dalam mengkomuikasikan gagasan.
Gagasan dibalik suatu pemikiran dalam otak yang dikomunikasikan melalui bahasa disampaikan kepada orang lain dan orang lain memahami pesan dan gagasan yang disampaikan melalui bahasa baik lisan maupun tertulis jika dikaji akan masuk ke dalam ranah psikolinguistik. Pemilihan kata-kata demi menyampaikan suatu gagasan agar diterima oleh pendengar atau pembaca menjadi hal menarik dalam kajian psikolinguistik karena dibalik pemilihan kata-kata itu manusia melalui proses berfikirnya mempunyai sebuah motif.


Pemilihan Kata
Kata digunakan dalam kehidupan sehari-hari oleh manusia. Manusia menggunakan kata-kata untuk berkomunikasi satu sama lainnya. Kata yang diucapkan oleh manusia dapat membentuk imajinasi, kesan, dan pengaruh. Dengan kata-kata itu manusia juga bisa memberikan informasi, memberikan saran, memberikan pendapat, membujuk, mengejek, menyakiti bahkan membunuh orang lain. Untuk itu kemampuan dalam pemilihan kata demi menyampaikan isi pikiran adalah sangat penting agar tidak terjadi kesalahpahaman.
Gorys Keraf (2002) mengatakan pemilihan kata mencakup pengertian kata-kata mana yang harus dipakai untuk mencapai suatu gagasan, bagaimana membentuk pengelompokan kata-kata yang tepat atau menggunakan ungkapan-ungkapan, dan gaya mana yang paling baik digunakan dalam suatu situasi.
            Berdasarkan kutipan diatas cukup jelas bahwa pemilihan kata yang dipakai merujuk pada pembuatan dan penyampaian gagasan dalam suatu kondisi tertentu. Pengetahuan akan situasi dan target pendengar atau pembaca sangatlah penting ketika menentukan pemilihan kata apa saja yang dapat memberikan informasi untuk dipahami agar sesuai dengan tujuan penutur atau penulis. Oleh karena itu pemilihan kata dalam suatu penuturan atau tulisan bukanlah tanpa sebab.
Steinberg (2001: 256) mengatakan bahwa kata dipilih untuk suatu penggunaan.  Seorang pembicara atau penulis mempunyai maksud tertentu dibalik pemilihan kata yang digunakannya. Bahkan dalam konteks-konteks tertentu, pemilihan kata yang tepat itu sangatlah penting. Misalnya ketika seorang jurnalis ingin menuliskan berita, jurnalis itu harus menuliskan berita yang jelas dan tidak bertele-tele dengan diksi-diksi yangsesuai dan mudah dimengerti. Begitu juga jika dalam konteks bisnis, pilihan-pilihan kata yang digunakan untuk tujuan promosi misalnya, harus bisa memberikan informasi yang jelas sesuai dengan konsep promosinya. Jadi, suatu kata yang dipilih lalu diucapkan atau ditulis mempunyai kegunaan yang telah dipertimbangkan terlebih dahulu oleh penutur atau sang penulis sesuai dengan konteks.
Pemasaran
Pemasaran berkaitan dengan empat komponen yang meliputi produk, harga, tempat dan promosi. Pemasaran menurut American Marketing Association yang dikutip oleh Rhenald Kasali (1998:53) adalah:
Pemasaran adalah suatu proses perencanaan dan eksekusi, mulai dari tahap konsepsi penetapan harga, promosi, hingga distribusi barang-barang, ide-ide dan jasa, untuk melakukan pertukaranyang memuaskan individu dan lembaga-lembaganya.
Dalam mencapai sebuah tujuan, perusahaan membutuhkan apa yang disebut dengan pemasaran. Pemasaran dengan keempat komponennya merupakan suatu kesatuan yang tidak dapat dipisah-pisahkan. Sehingga jika suatu perusahaan yang ingin produknya beredar , dikenal dan dibeli oleh masyarakat maka harus dilakukan penetapan harga, penentuan tempat serta promosinya. Jika suatu barang atau jasa dengan kualitas bagus,harganya sesuai dengan kualitas barang atau jasa itu, mudah dijumpai, namun kurang promosi atau program promosinya kurang tepat, kurang dapat mendorong seorang konsumen untuk melakukan pembelian. Hal ini dikarenakan tidak mendukung konsumen untuk mengenal dan berminat atas barang atau jasa tersebut. Untuk itu perlu adanya suatu promosi yang untuk membantu memperkenalkan barang atau jasa itu kepada pasar.
             Promosi dalam pemasaran merupakan suatu bentuk komunikasi yang mana komunikasi ini akan mempengaruhi kelangsungan hidup suatu perusahaan. Promosi juga bisa disebut dengan kata lain adalah komunikasi pemasaran. Menurut para akademisi dalam Prisgunanto (2006:8) komunikasi pemasaran adalah “Semua dari marketing mix yang melibatkan komunikasi antar organisasi / perusahaan dan target audiens elemen-elemen pada segala bentuknya yang ditujukan untuk performance marketing.” Dengan adanya komunikasi pemasaran, suatu barang atau jasa akan dikenal oleh orang banyak.
Bahasa menjadi salah satu alat komunikasi untuk memperkenalkan ke khalayak umum. Ketika bahasa berhasil menyampaikan informasi kepada orang lain, itu adalah karena adanya kebijakan pemilihan kata yang dilakukan oleh otak manusia. Sebuah perusahaan mempunyai target market tersendiri mengenai barang atau jasanya dan dalam komunikasi pemasaran, perusahaan mempunyai target audience tersendiri. Sehingga ketika perusahaan berusaha mengkomunikasikan kepada target audience –nya, perusahaan itu akan membuat pertimbangan akan pemilihan kata yang akan tepat untuk digunakan demi menyampaikan informasi yang sesuai. Jadi bukanlah merupakan kebetulan semata jika seorang pelaku bisnis menggunakan pilihan-pilihan kata tanpa adanya sebuah maksud  untuk kepentingan bisnis.
Jika dilihat konteksnya, komunikasi pemasaran ini berorientasi pada profit suatu perusahaan. Sehingga apapun yang dikatakan atau yang dituliskan dalam sebuah teks adalah mempunyai tujuan yang berorientasi pada profit. Disinilah bisa ditarik hubungan keterkaitan antara bahasa, psikolinguistik dan komunikasi dalam bisnis. Bahwa bahasa yang digunakan, kata yang dipilih telah diolah dalam otak demi suatu kepentingan membawa informasi untuk kepentingan bisnis yang berorientasi pada profit.



Telaah Pilihan Kata dalam Teks Advetorial Kompas
Teks advertorial adalah sebuah pemasaran produk dengan gaya penulisan jurnalistik. Berikut adalah contoh teks advertorial yang ditulis dalam harian Kompas:
Saatnya Menjadi Anak yang Aktif
Saat ini, bukan suatu hal yang luar biasa jika seorang anak sangat pintar mengotak-atik gadget. Di rumah, mal, di sekolah, ruang kelas atau bahkan saat acara santai saat makan bersama keluarga di resto, dll. Teknologi dan pemilikan gadget yang canggih  seperti paradox memudahkan sebagai piranti belajar tapi sekaligus “mengancam” seorang anak menjadi kecanduan, membebaskan anak memperluas wawasan sekaligus membelenggu akibatnya anak mengisolasi diri dari dunia sekitar.  Gadget menjadi “teman sejati, pengasuh sejati, pemberi nilai moral sejati” . Padahal, anak memerlukan kegiatan fisik yang sangat penting untuk perkembangan tubuh dan jiwa anak.
Mc Donald’s merupakan salah satu perusahaan yang peduli pada hal ini. Bahkan, boleh dibilang sebagai salah satu pendukung terbaik untuk aktivitas bermain yang bertujuan menciptakan generasi juara yang sehat dan bahagia.McDonald’s membawa dukungan ini ke dalam kehidupan nyata melalui program Champion of Play yang mendorong si kecil untuk bermain di luar.
(Kompas Minggu, 14 Desember 2014)
Teks diatas membicarakan tentang pengaruh penggunaan gadget pada anak-anak. Dalam teks itu dikatakan bahwa gadget mempunyai sisi positif namun juga membawa sederet pengaruh negatif nya. Lalu diparagraf selanjutnya diikuti dengan tulisan mengenai keprihatinan Mc Donald akan efek gadget yang membawa anak kepada kekurang aktifan pada kegiatan fisik. Mc Donald menyuguhkan sebuah program Champion of Play yang dinilai sebagai program yang akan mendorong anak untuk bermain aktif diluar.
                 Program Champion of Play yang disuguhkan oleh Mc Donald mempunyai target peserta yaitu anak-anak. Mc Donald adalah sebuah perusahaan industri waralaba makanan cepat saji dengan anak-anak sebagai salah satu target marketnya. Melalui program Champion of Play itu, Mc Donald mencoba untuk menarik konsumen untuk berpartisipasi dalam program itu. Dengan pembelian paket Happy Meal para peserta bisa membeli Red Ball yang dijadikan salah satu media untuk mengikuti Champion of Play.
                 Lalu mengapa dalam teks itu, mengangkat isu tentang pengaruh gadget terhadap anak yang disampaikan diawal paragraf dan diikuti bentuk keprihatinan Mc Donald di paragraf selanjutnya. Ada beberapa kata kunci yang bermakna positif dan negatif dalam paragraf pertama seperti ‘memudahkan’ diikuti dengan kata ‘mengancam’, ‘membebaskan’ diikuti dengan ‘membelenggu’. Lalu pada paragraf kedua terdapat kata kunci ‘peduli’.
Berikut adalah makna kata-kata kunci itu berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia:
ü  ‘memudahkan’ mempunyai makna menjadikan mudah. Dalam konteks kalimat ‘teknologi memudahkan sebagai piranti belajar’ disini artinya teknologi mempunyai pengaruh yang positif dalam penggunaannya yaitu teknologi merupakan alat yang menjadikan anak-anak mudah dalam belajar.  
ü  ‘mengancam’ mempunyai makna menyatakan maksud (niat, rencana) untuk melakukan sesuatu yang merugikan, menyulitkan, menyusahkan, atau mencelakakan pihak lain. Adapun makna lain yaitu member pertanda atau peringatan mengenai kemungkinan malapetaka yang akan terjadi. Dalam konteks kalimat ‘Teknologi dan pemilikan gadget yang canggih seperti paradox, memudahkan sebagai piranti belajar tapi sekaligus mengancam seorang anak menjadi kecanduan…’ kata ‘mengancam’ itu memberi peringatan bahwa teknologi dan kepemilikan gadget canggih sebenarnya akan menimbulkan sesuatu yang buruk.
ü  ‘membebaskan’  mempunyai makna 1) melepaskan dari (ikatan, tuntutan, tekanan, hukuman, kekuasaan, dsb) 2) memberi keleluasaan untuk bergerak (berkata, berbuat, dsb), 3) melepaskan dari (kekuasaan, asing), memerdekakan, 4) memberhentikan (dari tugas dan jabatan). Dalam konteks ini ‘Teknologi dan pemilikan gadget yang canggih seperti paradox, memudahkan sebagai piranti belajar tapi sekaligus mengancam seorang anak menjadi kecanduan, membebaskan anak memperluas wawasan sekaligus…’ kata ‘membebaskan’ berarti member keleluasaan kepada anak untuk mencari wawasan dan pengetahuan melalui teknologi.
ü  ‘membelenggu’ mempunyai makna 1)mengenakan belenggu pada 2) mengikat, menyebabkan tidak bebas. Dalam konteks kalimat ‘Teknologi dan pemilikan gadget yang canggih seperti paradox, memudahkan sebagai piranti belajar tapi sekaligus mengancam seorang anak menjadi kecanduan, membebaskan anak memperluas wawasan sekaligus membelenggu akibatnya anak mengisolasi diri…’ kata ‘membelenggu’ berarti menyebabkan anak-anak tidak bebas dan terbelenggu dari dunia luar.
ü  ‘peduli’ mempunyai makna mengindahkan; memperhatikan; menghiraukan. Dalam konteks kalimat ‘Mc Donald’s merupakan salah satu perusahaan yang peduli pada hal ini’ kata peduli memberikan arti bahwa Mc Donald memperhatikan akan suatu hal dalam hal ini adalah teknologi dan kepemilikan gadged oleh anak-anak.
           Jika ditelaah dengan pendekatan psikolinguistik, pilihan kata seperti ‘memudahkan’, ‘mengancam’, ‘membebaskan’, ‘membelenggu’  yang digunakan  pada paragraph satu dalam teks itu mempunyai sebuah hubungan dengan gagasan yang dipikirkan oleh Mc Donald melalui penulis. Pilihan kata-kata merupakan pasangan kata yang paradox. Paradoks yaitu pengungkapan dengan menggunakan dua hal yang seolah-olah bertentangan namun sebenarnya keduanya benar. Sehingga dapat dilihat bahwa ada suatu pemikiran tertentu sebelum dipilihnya kata-kata itu sebagai sarana penyampai pesan yang diputuskan oleh Mc Donald melalui penulis. Pemikiran itu adalah gagasan untuk membentuk opini pembaca atau target audience yaitu orang tua dari anak-anak golongan menengah keatas untuk melihat realita akan pengaruh teknologi dan gadget yang tengah mengelilingi anak-anak mereka.
           Pada paragraph kedua terdapat kata ‘peduli’ yang bermakna ‘memperhatikan’. Pemilihan kata ‘peduli’ pada teks itu mempunyai maksud dan gagasan sebelum menggunakan kata itu. Gagasan itu tentunya muncul dari otak Mc Donald yang mempunyai tujuan tertentu untuk kepentingan perusahaan. Seperti yang telah diketahui bahwa sebuah perusahaan mempunyai visi dan misi untuk mencari nilai tambah dari aktivitas yang dilaksanakannya bahkan menjadikan profit sebagai prioritas utamanya. Untuk itu dengan adanya program Champion of Play, Mc Donald sesungguhnya mengharapkan keuntungan dari program itu yaitu dengan menarik konsumen untuk membeli paket Happy Meal dan membeli Red Ball terlebih dahulu sebelum konsumen dapat berpartisipasi dalam program Champian of Play.
           Kata ‘peduli’ yang digunakan dalam paragraf kedua itu mempunyai maksud untuk membangun citra perusahaan dimata konsumen agar perusahaan terkesan mempunyai kepedulian kepada dunia anak. Setelah citra baik terbentuk, kemudian akan mendorong target audience dalam hal ini adalah para orang tua untuk berpartisipasi dalam program Champion of Play. Banyak pengaruh yang  menguntungkan dibalik penggunaan kata ‘peduli’ pada teks itu. Pengaruhnya diantaranya adalah terbentuk citra yang baik dimata target audience, mempersuasi target audience untuk mengikuti program Champion of Play dan meningkatnya jumlah penjualan produk.  
Kesimpulan
Dari kajian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa suatu pemilihan kata telah melalui proses pemikiran terlebih dahulu disesuaikan dengan gagasan sehingga kata yang dipilih itu sesuai dengan kegunaannya. Kata yang digunakan dalam komunikasi pemasaran oleh Mc Donald melalui Kompas ini terdiri dari memudahkan, mengancam, membebaskan dan membelenggu dimana kata-kata itu merupakan sebuah paradoks yang digunakan untuk membentuk opini pembaca agar melihat sebuah realita akan dampak teknologi dan gadget bagi anak-anak. Lalu kata peduli digunakan untuk membangun citra perusahaan dimata konsumen, mempersuasi pembaca untuk ikut peduli dan berpartisipasi dalam program itu, dan untuk meningkatkan jumlah penjualan produk. Kata-kata ini digunakan sesuai dengan visi dan misi sebuah perusahaan yang mencari nilai tambah dari aktivitas yang dilaksanakannya bahkan menjadikan profit sebagai prioritas utamanya
Daftar Pustaka
Dardjowidjojo, Soenjono.2003. Psikolinguistik: Pengantar Pemahaman Bahasa Manusia.             Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Gorys, Keraf. 2002. Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarata: Gramedia Pustaka Utama.
Kasali, Rhenald. 1998. Membidik Pasar Indonesia: Segementasi, Targeting, Positioning. Jakarta: Gramedia Pustaka Indonesia.
Prisgunanto, Ilham. 2006. Komunikasi Pemasaran: Strategi dan Taktik. Bogor: Ghalia       Indonesia.
Steinberg, Danny D., Hiroshi Nagata. and David P Aline. 2001.Psycholinguistics: Language,       Mind, and World, New York: Routledge.
Stern, H.H. 1983. Fundamental Concepts of Language Teaching. London: Oxford University      Press.
Sudaryanto.1990. Menguak Fungsi Hakiki Bahasa. Yogyakarta: Duta Wacana University Press.
skbbi.web.id